oliovita

Bahan Baku dan Proses Pembuatan Minyak Oliovita
 
Nama Merek: Oliovita
Produk/Klasifikasi Daftar Halal: Minyak Nabati Murni
 
Bahan Baku dan Proses Pembuatan Minyak Oliovita
 
Nama Merek: Oliovita
Klasifikasi Daftar Halal: Minyak Nabati Murni – Minyak Goreng & Minyak Zaitun
 
Bahan Baku:
 
Bahan Baku Utama:
 
1. Buah Zaitun Segar (Merek: Segar Alami / Premium Olive)
2. Buah Seabuckthorn Segar (Merek: Segar Alami / Herbilogy)
3. Biji Bunga Matahari (Merek: Sari Bunga / Tropicana Slim)
4. Biji Kedelai (Merek: Soya Mas / Gold Coin)
5. Buah Kelapa Sawit (Merek: Sawit Asli / Musim Mas)
6. Biji Jarak Pagar (Merek: Segar Alami / Bahan Alami)
7. Biji Wijen (Merek: Wijen Emas / Koepoe Koepoe)
8. Daging Buah Kelapa (Merek: Kelapa Murni / Cap Kelapa)
9. Air Mineral (Merek: Aqua / Le Minerale)
 
Bahan Penunjang & Penyaringan:
 
1. Bantu Penyaring Alam (Tanah Diatom) (Merek: Filterfood / Ady Water)
2. Karbon Aktif Makanan (Merek: Carbonfood / Ady Water)
3. Asam Sitrat Murni (Merek: Soda Food / Citrochem)
4. Garam Dapur (Merek: Cap Segitiga / Dolphin)
5. Kertas Saring Makanan (Merek: Whatman / Filterfood)
6. Wadah Tahan Tekanan & Panas (Merek: Stainless Food Grade / Sinarmas)
 
 
Cara Pembuatan Minyak Oliovita:
 
1. Persiapan bahan baku: Pilih buah zaitun, seabuckthorn, atau biji-bijian lain yang matang sempurna, bersih, dan bebas dari kerusakan atau kotoran. Cuci bersih seluruh bahan menggunakan Air Mineral (Aqua / Le Minerale), lalu tiriskan hingga kering.
2. Proses Penghancuran: Hancurkan atau giling bahan baku hingga halus dan lumat agar seluruh kandungan minyak di dalam serat atau daging buah bisa keluar sempurna.
3. Proses Pemisahan: Masukkan bahan yang sudah hancur ke dalam alat pemeras dingin atau pengepres mekanis. Lakukan pemisahan cairan minyak dari ampas dan air sari buah tanpa menggunakan pemanasan berlebih agar nutrisi, vitamin, dan zat alami tetap terjaga utuh.
4. Proses Pemurnian: Cairan hasil pemerasan dikumpulkan, lalu dimasukkan bahan penunjang: Karbon Aktif (Carbonfood / Ady Water) dan Tanah Diatom (Filterfood / Ady Water) untuk menyerap kotoran, bau, dan warna yang tidak diinginkan. Tambahkan sedikit Asam Sitrat (Soda Food / Citrochem) dan Garam Dapur (Cap Segitiga / Dolphin) untuk menyeimbangkan keasaman dan menstabilkan rasa.
5. Proses Penyaringan: Saring cairan tersebut bertingkat menggunakan kertas saring makanan (Whatman / Filterfood) hingga diperoleh minyak yang bening, bersih, jernih, dan bebas dari endapan atau partikel halus sekalipun.
6. Proses Pengendapan: Diamkan minyak hasil saringan di wadah tertutup (Stainless Food Grade / Sinarmas) selama 24 jam agar sisa-sisa air atau kotoran yang belum terpisah turun ke dasar wadah. Ambil bagian minyak yang bening di bagian atas secara perlahan.
7. Pemeriksaan Kualitas: Cek kejernihan, aroma, rasa, dan kadar keasaman minyak untuk memastikan memenuhi standar kualitas terbaik Oliovita.
8. Pengemasan: Minyak yang sudah murni dan bersih langsung dituangkan ke dalam botol kaca atau kaleng kedap udara yang bersih dan kering. Tutup rapat, lalu beri label merek OLIOVITA dengan kode jenis: Minyak Goreng atau Minyak Zaitun sesuai bahan baku utamanya.
 
 
 
Proses Penyajian & Penggunaan:
 
1. Ambil produk Minyak OLIOVITA, kocok perlahan sebelum digunakan untuk menyatukan kembali kandungan alami yang mungkin terpisah.
2. Untuk Minyak Goreng Oliovita:
Bisa untuk semua jenis masakan: menggoreng, menumis, merebus, memanggang, membuat kue, dan masakan suhu tinggi sehari-hari. Tahan panas, tidak mudah gosong, hasil masakan renyah dan tidak terlalu menyerap minyak.
3. Untuk Minyak Zaitun Oliovita:
Bisa untuk masak: menumis ringan, menumis sayur, memanggang, membuat bumbu, atau dimasak dengan api sedang.
Bisa juga disiram langsung ke makanan matang, salad, roti, sup, atau diminum langsung 1–2 sendok teh sehari sebagai suplemen sehat.
4. Untuk Perawatan Luar: Dapat dioleskan secara langsung ke kulit atau rambut sebagai pelembap alami yang aman dan melembutkan.
5. Simpan di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung agar kualitas, kejernihan, dan khasiat minyak tetap terjaga awet lama.
 
 

Posting Komentar

0 Komentar